Lintas Asia net Kerinci –
Setelah heboh diberitakan Media ini soal
Diduga Bangun Tembok penahan Tebing (TPT)
kini Warga desa Plak Naneh, kecamatan Siulak, kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mempertanyakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), yang diduga sejumlah pihak berstatus Fiktif, lantaran ada anggaran namun bentuk fisik usahanya tidak ada.
Bumdes yang berasal dari Dana Desa (DD), yang sejatinya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat dan sebagai penopang pendapatan desa secara mandiri, namun pada nyatanya, hal itu tidak benar-benar terwujud di desa Plak Naneh.
Hal itu lantaran, Bumdes yang memakai DD tahun 2019/ 2020 hingga sekarang tak jelas pengaplikasiannya, mulai dari pengelola hingga barang-barang yang dikelola Bumdes, tidak jelas keberadaanya, sehingga anggaran yang telah digunakan untuk Bumdes, terkesan menguap begitu saja tanpa memberikan kontribusi bagi masyarakat, bahkan cenderung berpotensi diselewengkan.
“Bumdes yang memakai anggaran desa tahun 2019/2020 tidak jelas statusnya, baik siapa pengelolanya maupun barang yang dikelola, sama-sama simpang siur, padahal jelas pada 2019/2020 ada anggaran untuk Bumdes tersebut,”, jelas salah seorang warga Desa Plak naneh yang tidak ingin disebutkan namannya,mengatakan Ke media lintas Asia net Senin 15/02/2021
Menurut warga tersebut, dirinya mengetahui bahwa anggaran Bumdes,Rp 5,685.000 diperuntukkan untuk Apa..? dan pembelian Apa.. sejumlah alat Apa, anggaran berkisar jutaan. Namun barang-barang itu tidak jelas dimana dan dikelola oleh siapa.
Warga Desa Plak naneh Pertanyakan Bumdes Yang Diduga Fiktif
Kantor Kades Plak Naneh
Ia menambahkan, jika memang harus dibawa ke jalur hukum, maka dirinya siap untuk bersaksi, terkait dugaan penyelewengan anggaran Bumdes plak naneh, “kalau mau dibawa ke jalur hukum, saya siap untuk bersaksi,”, tegasnya.
Ia pun berharap, ini akan menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten, karena di desa Plak naneh ini, banyak terdapat permasalahan yang diantaranya penyalahgunaan anggaran dan wewenang.
“Mohon untuk menjadi perhatian pemerintah pusat dan kabupaten, karena disini (Desa Plak Naneh), berpotensi terdapat kasus permasalahan menyangkut penyalahgunaan anggaran dan wewenang,”terangnya,
Kepala Desa (Kades)Plak Naneh,Desi Kasmila, saat akan dikonfirmasi awak media ini, baik di kantor maupun di kediamannya, sedang tidak berada di tempat,(M.Dona)