Normalisasi Sungai Hangat mulai mendapatkan Sorotan Warga Setempat

lintas Asia Net.com,Kerinci-Keberadaan Proyek normalisasi Sungai Batang air Desa Sungai hangat, kecamatan Gunung Raya, kabupaten Kerinci,Provinsi Jambi Mulai Mendapat Sorotan Dari Warga Setempat

Pasalnya, Proyek Kegiatan Normalisasi Yang di Biayai Pemerintah melalui APBD (anggaran pendapatan dan belanja Daerah)Provinsi yang begitu besar mencapai ratusan juta, tetapi proses pengerjaan yang terkesan tanpa kejelasan dan tidak transparan, teknis proses kegiatan juga begitu miris seperti kegiatan goloran, kini menimbulkan perspektif negatif dari masyarakat maupun kalangan instansi di wilayah Kabupaten Kerinci.

“Ya, proyek normalisasi ini seperti proyek ‘siluman’, terkesan tidak transparan, sumber dan jumlah anggaran nya tidak jelas. Begitu juga proses nya pun seperti kegiatan goloran masyarakat, tidak dan Di duga Normalisasi ini Milik PUPR Provinsi Jambi Kabid Sumber Daya Air (SDA)Yaser Arafat ” ungkap (wn) kepada awak media.

“Bukannya kami tidak terima kasih, dengan kepedulian PUPR Jambi untuk pembangunan di desa kami, tapi yang kami harapkan setiap pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah, dimanapun itu, haruslah transparan, dan dilaksanakan sesuai dengan proses normalisasi yang ada di RAB, bukan seperti goloran atau kerja bakti sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dan dapat mengakibatkan fitnah apalagi selaku rakyat kami juga berhak mengetahui,” pungkas WN.

M.dona Sekretaris LSM PEMUDA ANTI KORUPSI mengatakan kepada media lintas Asia Net“bahwa dengan tidak adanya papan proyek, itu pun sudah melanggar aturan, walaupun itu hanya melanggar administrasi, tapi itu merupakan salah satu prosedur mendasar yang seharusnya bisa diaplikasikan, “Memang papan proyek itu, prosedur administrasi, tapi dari situ kita bisa melihat bahwa prosedur dasar saja tidak dilaksanakan, apalagi prosedur lainnya”

Lanjut M.Dona, ketika saya konfirmasi ke si pekerja, “ko proyek normalisasi dikerjakan seperti goloran begitu pakai alat berat excavator untuk mengeruk lumpur Tapi Asal asalan anggaran nya kan mencapai ratusan juta??

Jawab pekerja “saya hanya pekerja pak, saya juga hanya disuru dikerjakan, saya dikasih waktu dalam satu minggu proyek normalisasi harus sudah selesai”

Lanjut M.donaa “Saya menilai, proyek normalisasi sungai tersebut sangat berpotensi terjadi praktek korupsi, hal tersebut bisa dilihat dari proses pengerjaannya yang terkesan tertutup dan dikerjakan dengan asal-asalan, seperti orang goloran royong, untuk proses normalisasi“

“Nah, kalau begini cara pengerjaannya, proyek ini berpotensi ada praktek korupsinya,” M.dona. (Muaz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap