Lintas Asia net Padang Panjang.Menyikapi stunting yang sudah menjadi masalah nasional, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand sosialisasikan manfaat dadiah sebagai makanan tambahan bagi anak melalui UKM Rumah Dadiah Yoghmi di Kelurahan Tanahhitam, Padangpanjang, Sabtu (12/12).
Ketua Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand), Dr Helmizar SKM Mbiomed menyebut dadiah beserta kandungan gizinya lebih mudah diserap tubuh karena laktosa susu telah dipecah bakteri baik, Bakteri Asam Laktat melalui proses fermentasi. Asam laktat yang dihasilkan bakteri ini, menghambat pertumbuhan bakteri lain yang bersifat merugikan, seperti bakteri e-choli yang jadi pemicu diare.
Dikatakannya dadiah sangat disarankan sebagai pengganti susu bagi masyarakat yang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik, terutama untuk menambah nutrient/zat gizi ibu hamil. Selain itu, dadiah merupakan sumber kalsium organik yang sangat baik untuk regenerasi sel tulang. Unsur magnesium yang juga terdapat pada dadiah akan ikut berperan meningkatkan efektifitas penyerapan kalsium ke dalam tulang.
“Kalsium dadiah termasuk yang paling mudah diserap oleh tubuh, sehingga langsung memberikan kontribusi positif untuk pembentukan sel tulang serta perkembangan massa maupun volume tulang. Penambahan tinggi badan adalah sebuah manfaat positif dari mengonsumsi dadiah,” ujar Helmizar yang didampingi dosen luar biasa pada Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Unand, dr Zulkarnain Agus MPH, MSc, Sp.GK.
Zulkarnain Agus, salah seorang pembina Yarsi Sumbar mengungkapkan bahwa salah satu alasan Indonesia tertinggal dibanding negara di Asia lainnya karena kelahiran anak rata-rata mengalami kekurangan gizi.
Laporan Programme for International Student Asessment (PISA) Desember 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara. Jepang keluar dari kondisi ini setelah 30 tahun pascapenemuan minuman probiotik mirip yogurt terbuat dari fermentasi susu skim dan gula dengan bakteri Lactobacillus casei, yang dinamakan Yakult.
“30 tahun setelah itu, kelahiran anak-anak di Jepang sudah menyamai negara eropa lainnya. Dadiah yang merupakan yogurtnya orang Minang, memiliki kelebihan 2 kali lipat dibanding Yakult sehingga sangat baik dipakai sebagai suplementasi makanan untuk mencegah stunting yang sangat tinggi frekuensinya saat ini,” ungkap Zulkarnain.
Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sejak 2017 di Kabupaten Agam dan Bukittinggi yakni memberikan dadiah sebanyak 100 gram pada ibu hamil untuk pencegahan stunting. Hasil penelitian tersebut memberikan efek yang bagus mencapai 56 persen, yakni berat bayi yang dilahirkan di atas 3 kilogram dengan panjang badan di atas 50 centimeter.
“Selain itu, potensi dadiah yang sudah ada di usus bayi diusahakan tidak hilang yakni diupayakan tetap memberikan dadiah dalam bentuk makan pada balita berupa biskuit dari bahan lokal yang dicampur dengan dadiah,” pungkas Zulkarnain di hadapan kader dan ahli gizi yang hadir. (Fs/red)