lintas Asia Net Kerinci-Oknum Kepala Desa Plak Naneh Dan Pengelola Paud, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci Desi Kasmila Dan.nelpika pengelola Paud Tunas Harapan,diduga menggelapkan dana insentif Guru honor Kelompok Bermain (KB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Harapan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020. Akibatnya sejumlah Guru PAUD Di berhentikan Oleh penggelola Paud Tunas Harapan Desa Plak Naneh secara sepihak.
Kasus tersebut mencuat setelah salah satu Guru PAUD Tunas Harapan Desa Plak Naneh di ruang redaksi Lintas Asia Net, Kamis (19/02/2021) mengatakan, bahwa ia bersama temannya tidak mendapatkan insentif yang seharusnya diperolehnya setiap bulan karena diduga kuat telah digelapkan oleh Kepala Desa Plak Naneh dan Pengelola Paud Tunas Harapan Kecamatan Siulak, ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, semenjak tahun 2020 Desi Kasmila selaku Kepala Desa Plak Naneh dan Pengelola Paud Tunas Harapan plak Naneh tidak pernah memberikan gaji insentif kami di PAUD Harapan Jaya Desa Plak Naneh, malah untuk meng SPJ kan gaji honor, Kades ternyata membuat SPJ kosong, dan kami disuruh untuk menandatangani SPJ itu, padahal sumber untuk membayar gaji honor kami dari Dana Desa (DD), tambahnya.
Terkait kasus tersebut, sumber Akan melaporkan kasus dugaan penggelapan insentif atau honor Guru PAUD Desa Plak Naneh akan di laporkan ke Polres Kerinci dengan harapan agar pihak Polres Menangani kasus ini Kata sumber.
Berdasarkan pantauan lintas Asia net (19/09/2020) di Desa Plak Naneh Kecamatan Siulak, salah satu wali murid PAUD yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa PAUD Tunas Harapan memiliki dua orang tenaga pendidik. “Iya, jumlah Guru PAUD Tunas Harapan yang mendidik anak kami cuma ada dua orang”.
Bukan hanya kasus dugaan penggelapan insentif Guru PAUD saja, malah masih banyak dana lain yang diduga tidak direalisasi oleh Kades Plak naneh, contohnya, pertama pengelolaan dana Bumdes yang tidak transfaran, kedua Tanah Kas Desa yang diduga dijadikan ajang bisnis untuk pribadi Kepala Desa yang ingin memperkayakan diri sendiri, dan ketiga bantuan dari Dinas Pertanian juga tidak transfaran sampai sekarang tidak ada titik terang pengelolaan dana tersebut, tutup sumber.(M.Dona/Red)