Lintas Asia net Kerinci -Anggaran yang bukan sedikit pembahasan perencanaa untuk sebuah bangunan sehingga menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) merupakan dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap OPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran.
Begitu juga untuk pembangunan jembatan Desa Tanjung Pauh, Kerinci, sudah di ketahui bahwa membutuhkan dana yang tidak sedikit, seperti di tahun 2020 lalu sudah di anggarkan 1,5 miliar rupiah ternyata tidak ada rekanan yang sanggup untuk mengejakan, akan tetapi kenapa di tahun 2021 tidak di anggarkan sesuai dengan kebutuhanya..? Dengan alasan yang tidak sesuai dengan akal sehat, seperti apa yang di sampaikan saat hering dengan satu nada dan satu irama antara DPRD dengan dinas PUPR.
Saat hearing bersama komisi III di gedung DPRD Kerinci, Kamis siang (16/08/2021).kadis PUPR Kerinci menyebutkan bahwa untuk membangun jembatan yang menjadi harapan masyarakat sekitar, membutuhkan anggaran yang sangat besar yakni lebih kurang mencapai 4 Milyar lebih.Secara teknis, anggaran itu sangat tidak cukup.
Bentang jembatan mencapai 63 meter dan lebar 4 meter. Kita butuh setidaknya Rp 4 Milliar, baru tuntas, ” ungkap Kadis PUPR Kerinci, Maya Novefri ST, dihadapan komisi III.
Menurut dia, anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp 1 Milliar, untuk jenis jembatan beton. Dengan demikian, jika dipaksakan dengan anggaran Rp 1 Milliar, hanya dapat melakukan pengadaan tiang pancang saja. Untuk kelanjutannya, tergantung ketersediaan anggaran nantinya, dan kepastian dewan dalam penganggaran.
Untuk mencukupi anggaran, kita menawarkan tiga opsi. Pertama penambahan anggaran di APBD Perubahan, kedua jaminan untuk dianggarkan di 2022, dan menggeser anggaran untuk yang bersifat urgen, ” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk jembatan tersebut, pada 2020 lalu juga sudah dianggarkan Rp 1, 5 Milliar, namun tidak ada rekanan yang berani mengerjakan. Sedangkan tahun ini anggarannya berkurang dari tahun lalu, hanya Rp 1 Milliar. Pungkas Kadis PUPR Kab Kerinci. (Harman/M.Dona)