Lintas Asia Net Kerinci Jambi-Pelaksanaan Peningkatan Prasarana Pendidikan Kuat dugaan ada permainan kotor antara pihak CV dengan dinas pendidikan dan konsultan sehingga pekerjaan Rehabilitasi ruang sekolah dengan tingkat kerusakan menimal sedang beserta perabotnya Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN 1) Kerinci. Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Di duga langgar Peraturan Menteri.
Di Dinas Pendidikan Anggaran tahun 2021 dengan nomor kontrak 420.SPK-KON ST/RR, Kelas, Tender SMP-07/Disdik – 2021. Dengan anggaran Dana Rp.452.831.739.92.- (4 Ruang) termasuk pajak. sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang pelaksananya CV. Bintang Kerinci. Di kerjakan tidak sesuai dengan semetinya.
Seperti bahan – bahan rangka baja ringan dan atapnya, yang dipasang seharusnya terbuat dengan mesin khusus dengan tingkat presisi yang tinggi bersertifikat SNI dan bergaransi minimal 10 tahun, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2013 tentang petunjuk operasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan
Namun hasil temuan media ini di lapangan beberapa waktu lalu, di temukan untuk produk baja ringan terpasang dan atapnya yang dipakai sebagian non standart SNI sangat berbeda dengan yang kebanyakan di pakai orang untuk pembangunan gedung ruang sekolah lain.
Kepada wartawan media ini salah satu mandor tukang/pekerja ruang sekolah tersebut dimedia ini beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi mengatakan,”kami cuma mengikuti perintah, merek apa yang di berikan itu yang kami kalau masalah standart SNI atau tidak kami kurang ngerti, kalau memang bahan baku yang terpasang salah, kami dari pemborong siap membongkarnya” ujarnya.
Lebih lanjut lagi ia mengatakan, memang kemaren sudah pernah ditegur oleh konsultan, kata konsultan “kami akan kordinasikan dengan Dinas dulu, soalnya rangka dan reng sudah terpasang” lanjutnya.
Salah satu tokoh Masyarakat desa setempat melalui media ini mengatakan, kami tidak mau bangunan ini nanti nya roboh dan menimpa anak buah keponakan kami yang sedang belajar, lebih baik rangka baja ringan yang bukan dari SNI dibokar lagi, dan diganti dengan asli yang ada merek SNI, unngkat Masyarakat Desa setempat pada pekan lalu.(AR)