Lintas Asia net.com Kerinci Pekerjaan fisik sarat dengan muatan penyelewengan anggaran oleh pelaksana kegiatan harus dipertanggungjawabkan Yalpani, Bendahara kegiatan Desi Amelia dan Vidra selaku Kabid Bina Marga PUPR Kerinci.
Diketahui hingga kini biaya anggaran Swakelola tahun 2021 sudah cair 100 persen. Artinya jika dana tidak ditarik semua tentu anggaran kegiatan akan menjadi silva, dan Dinas PUPR Kerinci akan rusak namanya oleh Pelaksana Yalpani,”terang sumber yang namanya tidak dipublikasikan.
Selain itu, pelaksanaan pekerjaan ini material tidak beli karena diambil dilokasi. “Yang jelas material itu diambil setempat. Mereka ambil di sungai – sungai daerah situ termasuk dekat rumah kaco yang ada perbukitan material.
“Saya rasa tidak dibeli. Masalah alat2 kan alat PUPR, terus yang narik bahan itu keluarga Yalpani dan Desi bendahara dengan upah tidak wajar. Masak satu trip dump truk hanya beberapa puluh meter upah angkut material dibayarkan Rp 200 ribu.
Terkait dari hasil pekerjaan swakelola berindikasi korupsi pada pelaksanaannya, pihak Kejaksaan Tinggi Jambi diminta untuk memanggil pejabat terkait dan turun langsung ke lokasi guna mengusut tuntas dugaan penyelewengan penggunaan uang daerah yang diduga sarat dengan penyelewengan anggaran.**
(Team/Red)