ALIANSI MAHASISWA SERBU KANTOR GUBERNUR DAN DPRD PROVINSI JAMBI.

Jambi-Lintas Asia net, Aliansi mahasiswa se jambi ini serbu kantor gubernur dan DPRD provinsi jambi sambil berorasi dengan suara lantang, Senin (11/04/22).

Gabungan mahasiswa dengan menyerbu ingin bertujuan menyanpaikan kepada gubernur jambi dan kepada ketua DPRD provinsi jambi dengan tuntutan yang di suarakan oleh mahasiswa lewat orasinya tentang kenaikan dan stok minyak sayur, begitupun masalah PETI yang ada di provinsi jambi.

“turun ketua DPR, dan gubernur jambi tolong hadapi kami di sini, jangan hanya diam, kami ingin penjelasan tentang minyak Dan PETI Yang ada di provinsi jambi ini” ungkap seorang orator mahasiswa yang bersuara lantang.

Namun setelah kemudian ALHARIS sebagai gubernur jambi bersama ketua DPRD provinsi jambi yang di dampingi oleh pihak kepolisian, TNI dan pihak keamanan lainnya saat turun di gedung DPRD provinsi jambi tersebut.

ALHARIS gubernur jambi menyampaikan di depan mahasiswa bahwa stok minyak sayur cukup untuk provinsi jambi dan mendukung menteri SDM untuk izin tambang rakyak dengan sistim menual bukan pakai alat berat ungkap gebernur jambi ALHARIS.

dan tambahan yang di sampaikan RACMAD KAPOLDA Jambi bahwa terkait masalah peti ” ada uu no 3 tahun 2020 tentang penambangan setalah uu diterbitkanbulan itu pada desember semua izin penambangan pemerintah provinsi tidak mempunyai kewenangan apapun termasuk rekomendasi, pengawasan, kalau adek adek ngak percaya nanti saya kasih, jadi izin batu bara di keluarkan oleh menteri SDM sampai saat ini kami tidak tau berapa banyak tambang di jambi ini”,, .

Setelah penyampaian kapolda jambi, pihak dari gabungan mahasiswa tersebut kurang puas dengan hasil kesimpulan dengan cara lisan namun tetapi gabungan mahasiswa memintak kesimpulan dari pihak yang terkait gubernur Jambi dan pihak terkait lainnya untuk membuat secara tertulis hitam diatas putih hasil keputusan apa apa saja janji dan tanggapan dari gubernur jambi tentang kesepakatan yang di sampaikan saat di depan para pendemontrasi tersebut.

Dan Akhirnya gubernur jambi dan ketua DPRD provinsi jambi menyetujui dan menandatangani kesepakatan secara tertulis, dan akhir nya saat gabungan mahasiswa belum begitu puas sebelum kesepakatan itu terpenuhi dan terwujud.(satra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap