DPRD/PUPR Kerinci Diduga Minta Fee 10-20% Dari Anggaran Proyek

Lintas Asia net  Berita Kerinci- Salah satu penyebab bobroknya kualitas proyek Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, akibat dari gegara alih tupoksi jabatan, seperti sudah menjadi rahasia umum dugaan jual beli paket proyek antara oknum – oknum pejabat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan kontraktor/rekanan.

Penentuan pemenang tender atau non tender proyek pemerintah bukan berdasar mekanismenya seperti proses tender sebagaimana mestinya, melainkan siapa kontraktor yang membeli paket kepada oknum pejabat atau Anggota Dewan dengan nilai harga titipan Fee rupiah yang tinggi itulah pemenangnya,

Hal tersebut terungkap dari salah satu oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, melalui via telfon, kepada salah satu rekanan/kontraktor yang nama nya tidak di sebutkan media ini, dengan kata sebutan dewan “Kalau mau paket proyek harus bayar fee Rp. 45jt dari nilai proyek anggaran dana Rp.200jt, demi untuk mengurangi kos yang tidak sedikit sewaktu mau menjadi anggota dewan”  ungkap Dewan kepada sumber.

Lebih lanjut lagi rekanan/kontraktor mengatakan “bagaimana mau bekerja sesuai spekulasi karena sisa dana yang di gunakan jauh berkurang dari anggaran dana pagu, dari pada bekerja tidak dapat untung lebih dikerjakan seadanya yang penting pekerjaan kami di terima oleh pihak dinas”, ujarnya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah satu oknum Anggota Dewan, Kabupaten Kerinci, saat duduk santai bersama sambil ngopi dengan awak media lintas Asia net ini beberapa waktu lalu, “masalah dugaan bayar atau titipan fee proyek tender baikpun non tender itu memang sudah menjadi rahasia umum, begitu juga dengan dugaan di Dinas PUPR mulai dari pengawasan termasuk bayar surat menyurat, buat kontrak, di tambah lagi, 10% untuk Kadis PUPR, dengan alasan kegunaan uang tersebut untuk membiayai kedatangan tamu, padahal hanya untuk memperkaya diri sendiri” ungkap Dewan.

Sampai berita ini diturunkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Novefri, ST. sangat sulit untuk di temui atau di hubungi, untuk konfimasi seolah lempar batu sembunyi tangan, dan seakan tidak ada waktu dan jawaban untuk wartawan, berkaitan dengan hal tersebut di atas dan masalah perkembangan proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kerinci.(Herman/M.Dona)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap